Senin, 01 Februari 2016

Tentangmu wahai pasir mesir

Tentangmu wahai pasir mesir..
Tak sedikitpun ada hubungannya denganku atau keinginanku..

Tak sama sekali aku ingin hidup di negri itu..

Hanya saja..

Aku ingin melihat jejak dua kaki indah di sana..
Kaki yang pertama kali menginjak mesir setelah tumbuh di tanah mulia
Dan Jejak yang memaksaku untuk memeluk se'erat mungkin hatiku..

Aku lah wanita yang paling tak pandai merangkai kata..
Tapi aku hebat memberi rasa..
Sebuah rasa yang sangat ingin di mengerti..
Rasa yang selalu siap  memberi sekalipun tak pernah di beri..

Carita singkat tentang mengibaratan..

Tentang gambaran pasir mesir yang menjelma dan berbentuk aura wajah nya..

Tentang awan di langit mesir yang memberi taduhan untuk hatiku hanya karna dia berbentuk senyumnya..

Tentang hawa panas matahari mesir yang menyatu dengan pasirnya,takkan mampu mengalahkan kilau auranya..

Tentang aku disini yang di ibaratkan sebuah pohon kering di tengah kesuburan..

Tentang aku yang butuh sebuah tempat yang sesuai denganku sebagai pohon kering,untuk berada di sebuah tanah yang tandus..

Tentang aku di lain kata .. Ibarat sungai nil yang merasa tenang di antara penduduk mesir..

Dan..

Tentang kenyata'an.. Negri mesir yang tak hanya mempunyai sungai nil untuk di banggakan.. :')

3 komentar:

  1. Intix itu butuh di siram pkek air sungai nil biar tdk gersang tu pohon 😛😛

    BalasHapus
  2. Seandainya padang sahara tau,
    Mungkin cerita berbeda akan dialami si pohon.

    Test komentar. Haha

    BalasHapus
  3. Dasar kak mumu keng gengguk!! Hehe just kid kak

    BalasHapus